Kabar Kampus

Stispol Wira Bhakti Jalin Kerjasama dengan UT Denpasar

Denpasar – Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stispol) Wira Bhakti Denpasar menjalin kerjasama pembelajaran dan kegiatan Tri Dharma dengan Universitas Terbuka (UT) Denpasar. Hal itu terungkap dalam pertemuan Direktur UT Denpasar, Agus Tatang Sopandi dan jajarannya saat berkunjung ke Stispol Wira Bhakti, belum lama ini. Kerjasama ini dilakukan dalam rangka meningkatkan taraf pendidikan masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan kampus merdeka, penelitian dan pengabdian.
Ketua Stispol Wira Bhakti, Prof. Wayan Windia didampingi jajarannya dalam pertemuan tersebut menyambut baik kunjungan pihak UT Denpasar dan siap membangun kerja sama antara Stispol Wira Bhakti dan UT Denpasar, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian dan penunjang lainya. “Stispol Wira Bhakti sudah memiliki sumber daya yang memadai. Untuk itu, pihak Stispol Wira Bhakti dengan senang hati untuk bekerjasama sehingga aktivitas para dosen akan lebih intensif,” katanya.
Ia menambahkan, dalam bidang pendidikan, untuk mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) akan dilakukan program pertukaran mahasiswa dan pertukaran dosen. Sementara dalam bidang penelitian dan pengabdian disepakati adanya tim antar-dua perguruan tinggi, dan melakukan penelitian/pengabdian sesuai bidang prodi yang tersedia. Diharapkan, semuanya dapat menunjang Indikator Kinerja Utama (IKU), Kampus Merdeka, dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi PT masing-masing. Mengingat UT Denpasar, merupakan kampus dengan terobosan pendidikan yang sangat dibutuhkan, karena kehadirannya UT memang tidak membutuhkan “modal” besar.
Perkuliahan bukan tatap muka, jadi tidak membutuhkan ruang kuliah. Materi kuliah dikirimkan lewat pos atau internet. Untuk kegiatan ujian, tutorial, atau diskusi kelompok, UT cukup menyewa tempat saja. UT menerapkan sistem belajar “jarak jauh” dan “terbuka”. Istilah “jarak jauh” berarti pembelajaran bukan dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio dan televisi). Makna “terbuka” adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, berapa kali mahasiswa dapat mengikuti ujian, dan sebagainya.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Windia berharap agar segera dapat disepakati perjanjian kerja sama (PKS) antara Stispol dan UT dan dilanjutkan untuk melaksanakan kegiatan yang disepakati. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan citra lembaga di mata masyarakat. *